Seminar Nasional APMMI 2025 menjadi wujud sinergi nyata antara institusi pendidikan dan lembaga keuangan nasional dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh secara finansial dan siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan

Jakarta, 1 Agustus 2025, Sejalan dengan dinamika demografi yang didominasi usia produktif, generasi muda Indonesia memiliki peran strategis dalam pembangunan   ekonomi     nasional.  Di tengah tantangan ekonomi global dan domestik, mahasiswa pascasarjana— khususnya peserta Program Magister Manajemen—didorong  untuk mengambil peran sebagai  calon  pemimpin  dan pelaku ekonomi masa depan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Asosiasi Program Magister Manajemen Seluruh Indonesia (APMMI) menyelenggarakan Seminar Nasional Online APMMI 2025 bertajuk “Membangun Masa Depan Finansial: Literasi Keuangan, Proteksi, dan Akses Permodalan untuk Generasi Muda.” Kegiatan yang dibuka oleh Ketua APMMI, Prof. Amin Wibowo, ini diikuti oleh 1.336 peserta dari berbagai universitas di Indonesia.

Dalam   sesi   paparan,   Dani   Wildan   (EVP Micro Business Development, BRI Group) menekankan  urgensi  literasi  keuangan digital serta peran Kredit Usaha Rakyat (KUR),  yang telah  disalurkan  sebesar Rp1.257 triliun kepada lebih dari 42 juta nasabah,  guna mendorong pertumbuhan UMKM, khususnya di segmen mikro.

Sementara itu, Aryo Swastika Nugroho dari PT BRI Asuransi Indonesia menguraikan pentingnya  proteksi  melalui  berbagai produk asuransi seperti asuransi aset, kendaraan,    kecelakaan    diri,    dan perjalanan,    sebagai    bagian    dari perencanaan keuangan jangka panjang.

Dari     sisi     permodalan     dan    investasi berbasis  emas,  Mufri  Yandi  dari  PT Pegadaian menjelaskan inovasi produk seperti  Tabungan  Emas,  Deposito  Emas, Cicil Emas, serta program Gadai Bebas Bunga.  Pegadaian  juga  memperkuat inklusi   keuangan   melalui   digitalisasi layanan   dan  kemitraan   dalam   Holding Ultra Mikro bersama BRI dan PNM. Menutup rangkaian, Sunar Basuki, Direktur Operasional PNM, memaparkan kontribusi program Mekaar  dan ULaMM  yang telah menyalurkan  pembiayaan  tanpa agunan kepada lebih dari 15,8 juta perempuan prasejahtera, dilengkapi dengan pelatihan dan pendampingan melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU)

Categories:

Tags:

Comments are closed